SEMARANG, Kelompok studi mahasiswa Maritime Study Group (MSG) yang merupakan bagian dari Program Studi S1 Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (Undip), resmi menandai kebangkitannya dengan menggelar kegiatan penelitian lapangan (fieldwork) di kawasan pesisir Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang pada Sabtu (15/03). Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Maret 2025 ini menjadi momentum krusial karena merupakan penelitian lapangan pertama yang berhasil diselenggarakan setelah MSG sempat mengalami masa vakum sejak 2018.
Ketua MSG, Muhammad Rizky Agli, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas kembalinya kegiatan luar kelas ini. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa S1 Sejarah dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk merekam realitas masyarakat pesisir secara langsung. “Kami membagi tim untuk meneliti beberapa tema krusial secara mendalam, mulai dari peran penting perempuan pesisir dalam menopang ekonomi keluarga, denyut nadi aktivitas pasar lokal, hingga realitas keseharian dan tantangan hidup para nelayan tradisional di Tambak Lorok,” jelas Rizky.
Jalannya riset lapangan ini didampingi oleh Olga S. Pratama selaku pendamping kegiatan. Momentum kebangkitan MSG ini juga dihadiri oleh Rafngi Mufidah, M.A., dosen Departemen Sejarah sekaligus Ketua MSG periode tahun 2014-2015, yang memberikan bimbingan taktis mengenai metode sejarah lisan (oral history) kepada para mahasiswa.

Kegiatan akademik ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak struktur departemen. Ketua Departemen Sejarah FIB Undip, Prof. Dr. Dhanang Respati Puguh, M. Hum., menyambut baik aktifnya kembali kegiatan lapangan ini dan menegaskan bahwa visi MSG sangat linear dengan identitas universitas. Beliau menyampaikan, “Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas inisiatif serta konsistensi anak-anakku di Maritime Study Group (MSG) yang hari ini menghidupkan kembali tradisi riset lapangan setelah sempat vakum. Kegiatan penelitian di Tambak Lorok ini sangat relevan dan sejalan dengan keunggulan serta ekselensi akademik yang dimiliki oleh Departemen Sejarah Universitas Diponegoro, yaitu fokus pada Sejarah Maritim. Melalui MSG, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menguji dan mengontekstualisasikan ilmu mereka dengan merekam langsung realitas kemasyarakatan di wilayah pesisir. Semoga langkah awal ini menjadi pemantik konsistensi riset-riset maritim selanjutnya.”
Dengan terlaksananya kegiatan pada 15 Maret 2025 ini, MSG FIB Undip berkomitmen untuk terus konsisten menjadi wadah bagi sejarawan muda dalam mengkaji, meneliti, dan mengabdikan ilmu mereka bagi masyarakat maritim Indonesia. Maritime Study Group (MSG) sendiri adalah kelompok studi mahasiswa di bawah naungan Program Studi S1 Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro yang berfokus pada pengkajian, diskusi, dan penelitian mengenai sejarah, budaya, dan dinamika sosial masyarakat maritim serta pesisir.
(RM/ Depsej Undip)